Tips Praktis dan Aplikatif dalam Mengatur Keuangan Anda agar Dompet Tidak Jebol!

Ada orang yang gajinya 10 juta, tapi selalu merasa kurang. Ada orang yang pendapatan totalnya hanya 5 juta, tetapi tidak pernah kekurangan. Apa kuncinya?

Ya, pengaturan keuangan!

Kenapa?

Dengan mengatur keuangan, Anda bisa merasa cukup dengan porsi yang ada.

Dengan mengatur keuangan, Anda bisa bedakan mana kebutuhan dan mana keinginan

Dengan mengatur keuangan, Anda bisa memenuhi kebutuhan sambil terus berbuat kebaikan.

Dengan mengatur keuangan, Anda bisa merencanakan masa depan!

 

Gunakan prinsip 10 : 20 : 30 : 40!

 

10% Kebaikan!

Katakanlah ada mendapatkan gaji + seluruh pendapatan lainnya sebesar 5juta / bulan. Sisihkanlah 10% untuk anggaran kebaikan. Mulai dari memberi untuk orang tua, menyumbang masjid, anak yatim dan shodaqoh lainnya.

Kan di Islam (misalnya), cuma dianjurkan 2,5%? Ya itu kan wajibnya! Anda mau hidup yang lebih berkah? Maka tambahkan dengan shodaqoh lainnya. Budget 10% ini terlihat besar, tetapi justru menyelamatkan Anda dengan berbagai kemudahan hidup sebagai efek keberkahannya…Percayalah !!! (Bisa buktikan sendiri)

20% Dana untuk Kebutuhan Darurat/Tabungan, Asuransi dan Investasi

Sebaiknya, Anda punya dana cadangan sebesar 6-12 kali pengeluaran rutin bulanan. Dana ini tidak boleh diganggu gugat oleh apa pun, kecuali sudah mendesak. Dan jika kuotanya belum terpenuhi, Anda wajib sisihkan setiap bulan!

Masuk di budget ini juga asuransi, seeprti asuransi jiwa, asuran pendidikan anak, dll. Tentu jika Anda tipe yang suka berasuransi, untuk yang tidak, bisa di skip, dan dialihkan ke budget lainnya.

Nah, ini yang kadang dilupakan banyak orang : investasi. Jangan sampai kehidupan kita “mode survival” terus menerus! Di budget ini, Anda harus berikan juga untuk investasi, baik yang pasif (reksadana, deposito, properti dll) maupun yang aktif (membangun bisnis).

Kami sarankan, untuk dapatkan penghasilan tambahan yang besar, Anda mulai bangun bisnis, sekecil apa pun. (bisnis ini bisa jadi rekomendasi terbaik >> KLIK DI SINI!)

30% untuk Cicilan Produktif

Realitanya kebanyakan kita harus mencicil, mulai dari rumah, kendaraan, hingga aset lainnya. Selama cicilan kita masih di budget ini, tidak masalah. Dan pastikan untuk kebutuhan produktif, bukan konsumtif.

Kategori produktif ini adalah untuk pembelian aset pribadi atau sesuatu yang bermanfaat untuk Anda dan keluarga.

Sekali lagi, pastikan bukan untuk kebutuhan konsumtif yang habis pakai.

40% untuk Kebutuhan Hidup

Nah, sisa budget adalah untuk kebutuhan hidup, mulai dari makan, transport, SPP sekolah anak, jajan anak-anak, belanja bulanan, dll.

Kalau keuangan Anda mau sehat, pastikan operasional kehidupan Anda dan keluarga hanya menghabiskan di kisaran ini. Kecuali cicilan produktif Anda sudah selesai (lunas), Anda bisa saja alihkan sebagian ke budget ini. Tapi jika tidak, tetaplah berpegang pada prinsip prosentase ini.

 

BAGAIMANA JIKA TIDAK CUKUP?

Sangat bisa terjadi, realitanya, kebutuhan kita tidak cukup terpenuhi dengan prosentase di atas, terutama “kebutuhan hidup”. Berikut ini beberapa solusinya:

  1. Pastikan Anda bisa bedakan antara kebutuhan dan keinginan. Ingat, kebutuhan ini aslinya terbatas, dan bisa dipenuhi dengan kondisi minimal. Namun keinginan tidak terbatas. Keinginan inilah yang sering kali membuat pendapatan kita tidak pernah cukup.
  2. Turunkan gaya hidup Anda! Sadarilah berapa besar pendapatan Anda, dan “bergaya-lah” sesuai jumlah itu. Gaya hidup inilah yang sering kali menjatuhkan seseorang pada kehancuran. Sehingga uang gaji “cuma lewat” gara-gara cicilan kartu kredit yang kebanyakan untuk beli hal konsumtif. (Berhati-hatilah terhadap ajakan beli produk dengan kartu kredit yang cicilannya 0%, kadang produk tersebut tidak benar-benar kita butuhkan).
  3. Tingkatkan penghasilan. Untuk ini biasanya ada 2 opsi : perbanyak lembur atau berbisnis! Memperbanyak lembur bukanlah opsi terbaik untuk menambah pendapatan (kecuali perintah atasan), sebab akan mengurangi kualitas hidup Anda. Terutama kebersamaan Anda dengan keluarga (jangan lupa, masa kecil anak tidak bisa diulang, jangan sampai Anda menyesal). Kami sangat merekomendasikan Anda mulai berbisnis. Bisnis apa? Tentu yang sesuai kondisi Anda sekarang, bisnis yang minim resiko, simple (bisa dilakukan dari mana pun dan kapan pun) dan tidak terlalu banyak butuh modal.

 

Jika dirasa sudah dihitung-hitung, dihemat-hemat, gaji Anda masih saja kurang, maka opsi berbisnis adalah opsi terbaik. Dan untuk itu Anda harus siap berkorban sejenak. Minimal untuk berinvestasi awal. Nanti insyaAllah pendapatan Anda akan bisa bertambah, sehingga pengaturan  keuangan menjadi lebih ideal!

Ini Bisnis yang Bisa Anda Pilih!

Terkait poin ke-3 pada artikel di atas, kami punya alternatif terbaik untuk Anda… Apalagi jika Anda punya passion di dunia pendidikan dan anak (tanpa harus jadi guru): BISNIS RESELLER POSTER BELAJAR!

Kenapa memilih bisnis sebagai RESELLER POSTER BELAJAR? Berikut ini alasannya :

  • Nggak butuh modal besar! Ya, paket registrasi awalnya min hanya 480rb! Dan investasi ini hanya sekali untuk registrasi awal, selanjutnya bisa dropship! Jadi budget investasi bulanan Anda hanya sekali terpakai untuk bisnis ini.
  • Jualannya bisa online doang! Enak bukan? Sesuai dengan kondisi Anda sekarang. Bisa dilakukan kapan pun dan di manapun.
  • Margin besar 20-50%
  • Dibimbing cara jualannya. Ada grup reseller untuk saling sharing metode jualannya.
  • Bisa dropship! Ini bagian paling enak. Setelah registrasi, pembelian selanjutnya bisa dropsip. Nggak ribet! Nggak paket stok barang, packing apalagi kirim-kirim.
  • Gampang jualnya! Cuma modal marketplace, Anda bisa dapat orderan hampir tiap hari. Sudah terbukti di banyak reseller. Kerjaan kita Cuma follow up order yang masuk ke akun marketplace kita. Nggak ganggu kerjaan atau waktu bersama keluarga. Simple !

Mumpung baru gajian… Jangan sampai uangnya habis lagi… Mari mulai berubah hari ini… Yukk gabung sekarang !!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s