Ide-ide Seputar SDM Agar Bisnis Tak Tumbang di Era Disrupsi

(Bagian 1)

Mempertahankan bisnis di era disrupsi ini bisa dibilang tidak mudah. Banyak perusahaan yang “tumbang”. Bahkan perusahaan-perusahaan / bisnis-bisnis besar sekali pun banyak yang tergerus perubahan.

Lalu bagaimana caranya agar bisnis kita tidak tumbang di era ini? Ternyata satu kunci yang harus kita pegang adalah masalah SDM (Sumber Daya Manusia) dari tim kita. Karena merekalah aktor perubahan paling fundamental di bisnis kita. Sesuatu yang bisa kita rekayasa agar bisa beradaptasi dengan perubahan yang ada.

Berikut ini ide-ide yang bisa Anda pertimbangkan agar tim Anda bisa jadi winning team yang akan mengantarkan perusahaan Anda menjadi pemenang di era disrupsi ini:

Mengubah Mindset

Di era “milenial” ini, dunia bisnis bergerak ke arah digital, sesuatu yang tidak bisa kita hindarkan, dan karenanya kita harus siap bertransformasi. Transformasi digital sendiri harus dimulai dari perubahan mindset, yaitu mindset siap berubah dan siap beradaptasi dengan perubahan, walaupun kadang-kadang terasa tak nyaman untuk dijalani.

Memberikan Remunerasi yang Sesuai Kepada Tim

Di era persaingan demikian kuat ini, kita butuh tim yang fokus dalam “memperjuangkan” perusahaan kita. Mulailah memikirkan ulang sistem remunerasi yang membuat karyawan tak lagi “pusing” memikirkan kehidupan mereka, sehingga bisa fokus menyerahkan 100% komitmennya kepada perusahaan saat bekerja.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) misalnya, selama beberapa tahun transformasinya, menaikkan gaji karyawan hingga 9 kali lipat (pada beberapa level). Hal ini ternyata justru membuat pendapatan perusahaan naik berkali lipat (tentu disertai perubahan kultur dan sistem kerja).

Jika Memang Diperlukan, Rekrutlah Seorang yang Profesional

Cara pandang bahwa kita harus merekrut karyawan yang mau digaji rendah haruslah mulai diubah. Rekrutlah karyawan berdasarkan capaian yang ingin Anda raih. Siapkan target dan pastikan calon karyawan tersebut bisa memenuhinya.

Tidak selamanya murah itu “murah”. Anda meng-hire karyawan berdasarkan gaji yang terbatas (yang mau dengan gaji tersebut), lalu mendapatkan karyawan yang tidak perform, tidak jujur, selalu mis-target, membawa banyak masalah dan masih banyak lainnya, pada akhirnya cost yang Anda tanggung bisa jadi justru jauh lebih mahal dari gaji yang seharusnya Anda gunakan untuk membayar seorang professional.

Lalu bagaimana jika budget terbatas? Mau tidak mau, selesaikan dulu masalah pertama : omset dan cashflow. Jika ini bisa terselesaikan, maka bisa punya karyawan yang bisa menaikkan performa perusahaan berkali lipat jadi lebih mungkin.

Karyawan itu “fix cost”, maka pastikan keberadaannya memberikan kemajuan besar bagi perusahaan, bukan sebaliknya. Dengan ilmu dan pengalamannya, seorang profesional diharapkan bisa membuat perusahaan kita tak mudah jatuh, dan bisa berkembang jauh lebih pesat bahkan di era yang buat orang lain “sulit” ini.

Simak juga : Peluang bisnis ini banyak dipilih para karyawan, guru atau ibu rumah tangga yang ingin bisnis tanpa ganggu aktivitas pekerjaannya.

Mengubah Hal-hal Fisik pada Suasana Kantor

Sekilas tak ada hubungannya. tapi mulailah mengubah ruang kantor menjadi nyaman, kondusif, modern, ergonomis, bahkan mungkin “green design” (hemat listrik, hemat penerangan, hemat AC, serta “hijau/banyak tumbuhan yang menyejukkan”).

Buatlah tim Anda bekerja “serasa tidak bekerja”, sehingga eksplorasi ide hingga eksekusi menjadi sesuatu yang mudah dan “menyenangkan”. Jika kesegaran ide-ide ini terjaga, perubahan sebesar apa pun niscaya bisa kita hadapi, bahkan dijadikan peluang untuk berkembang lebih besar.

Cobalah Ruang Kerja dengan Sistem “Open Space”

Ini adalah ide yang lebih teknis dari poin sebelumnya… Jika di era generasi X, ruang kerja bisa jadi adalah meja dengan partisi-partisi, atau yang lebih parah, ruangan-ruangan tertutup, maka di era milenial dan digital ini ruang kerja justru harus “open space”. Bekerja bisa di mana saja, di meja mana saja

Setiap orang tidak harus punya satu meja, hari ini bisa di satu meja, besok bisa pindah, yang penting punya loker masing-masing, dan ada lubang buat memasukkan surat. Suasana kerja seperti ini lebih bisa memberikan inspirasi, keterbukaan dan engagement antar karyawan, dimana hal-hal ini sangat penting untuk lahirnya inovasi dan ide-ide baru dalam melaksanakan pekerjaan.

Sistem ini sudah banyak diaplikasikan di perusahaan-perusahaan modern. Anda juga bisa “test case” suasana ini. Cobalah beberapa layanan co-working space yang banyak tersebar di kota-kota besar saat ini.

 

Demikian beberapa ide yang mungkin bisa Anda lakukan,dari hal yang prinsip sampai yang teknis, agar bisnis Anda tetap survive bahkan tumbuh di era disrupsi ini.

Bersambung…

 

Tidak mau terlewat bagian kedua tulisan ini?

Silahkan PILIH langkah berikut ini:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.