3 Tips Memilih Peluang Bisnis Dropship Terbaik

Oleh : http://www.posterbelajar.com

Bisnis dropship menjadi pilihan idola untuk mereka yang ingin berbisnis tapi masih terkendala waktu atau hal lainnya. Namun sebelum menjatuhkan pilihan, ada baiknya Anda memperhatikan beberapa hal berikut ini :

Tips 1 : Pilih Peluang Bisnis Dropship yang Bisa Bertemu Produsen Langsung atau Distributor Utama

Ada yang bilang, bisnis itu bukan cuma jualan. Maksudnya?

Iya, bisnis itu juga soal supply. Jangan sampai Anda sudah habis-habisan jualan, “mem-branding” diri Anda dengan produk tersebut, promo sana-sini, eh pada saat konsumen berdatangan, barang habis, stok tidak ada, dll. Jadi sia-sia kan?

Ketika Anda bisa menemukan “tangan pertama”, entah itu distributor utama atau bahkan produsennya langsung, tentu akan meminimalisasi masalah di atas.

Imbas lainnya adalah masalah harga beli. Jika Anda hanya mendapatkan barang dari seorang reseller misalnya, tentu sebanyak-banyaknya diskon yang Anda dapat sudah sangat kecil sekali, sebab dia sendiri tentu juga harus dapat margin kan?

Maka penting sekali mencari dimana distributor utama atau bahkan produsen langsung. Bisnis dropship ini biasanya dilakukan untuk mendapatkan pendapatan / penghasilan sampingan / tambahan, maka masalah margin ini juga menjadi penting.

Baca juga : bisnis dropship ini langsung dari produsen, modalnya kecil dan marginnya besar

Tips 2: Dapat Support Penuh

Kebanyakan pebisnis dropship adalah bisnis internet / online. Mereka berharap bisa melakukan semuanya hanya bermodal HP saja. Nah, tentu lebih baik jika bisnis ini dapat support, terutama soal marketing tools digital dari distributor / produsennya langsung.

Support yang dimaksud adalah bisa berupa foto produk (hal yang paling dasar), katalog, hingga beberapa POS material digital lainnya.

Biasanya orang memilih bisnis drophsip karena ini adalah usaha yang menjanjikan dengan modal kecil atau bahkan bisa dijadikan usaha rumahan. Support ini jadi penting, agar kita bisa fokus jualan, tidak disibukkan dengan membuat tools sendiri.

Baca juga : peluang usaha / peluang bisnis yang menjanjikan ini bisa dilakukan secara online (bisnis internet), SANGAT BAIK UNTUK ANDA!

Tips 3 : Produk yang Terus Dikembangkan

Bisnis, walau pun dijalankan secara online atau via internet juga harus punya masa depan. Peluang usaha terbaik adalah peluang usaha yang masa depannya jelas.

Salah satu keunggulan yang harus Anda cari dari mereka yang menawarkan peluang bisnis dropship adalah “keberlanjutan” produk yang mereka jual.

Keberlanjutan di sini bukan cuma soal stok, tapi juga soal pengembangan produk. Kita tentu ingin ini menjadi usaha yang menjanjikan, bukan hanya untuk saat ini, tapi juga di masa depan. Maka peluang bisnis yang produk-produknya terus berkembang, akan memungkinkan kita merasakan keberlanjutan penjualan.

Dengan pengembangan produk, harapannya bisa terjadi up selling bahkan cross selling agar omset kita terus menerus berkembang.

Silahkan SHARE jika tulisan ini dirasa bermanfaat.

Ada Apa dengan Cinta?

Malam yang beranjak larut, Cinta menemani Rangga di ruang keluarga yang sedang sibuk dengan semua peralatan kerjanya (laptop, gadget, kalkulator, notes). Sementara kedua anak mereka sudah lelap dalam tidurnya. Lalu Cinta membelah sepi…

Ketemu?

Ketemu!

Unik nih! Nggak biasanya!

Kamu yakin Rangga?

Yakin yang ini!

Kalau putarannya lambat gimana? Kalau rugi gimana? Kalau nggak laku bagaimana?

Ini kan bukan kuliner Cinta… Nggak ada kadaluarsanya, jadi nggak bakalan rugi. Lagian ada GARANSI LAKU, kalau misalnya ada seri yang lambat terjual, bisa ditukar.

Kenapa nggak laundry aja?

Laundry mah uang 6-7 juta nggak berbekas!

Cucian motor?

Sama!

Catering?

Kamu kayanya nggak siap juga kalau catering!

Lagian yang ini kelihatannya  bener-bener bagus! Prospek masa depannya kelihatan, visi bisnisnya jelas! Dan peluang untuk faktor kalinya kelihatan ! Dengan uang 7 juta kita, di bisnis ini kita sudah dapat banyak banget, aslinya mungkin sudah senilai lebih dari 20jt. Modalnya cuma 5,5jt+ongkir, lalu kita siapkan cadangan, ya maksimal banget 7 juta lah.  Kalau bisnis yang lain, uang segini nggak ada artinya.

Tapi kamu yakin dengan bisnis ini? Kok kayanya ribet???

Kalau dilihat di sini, simple banget malah. Offline, di kota ini aku setidaknya sudah kenal 4 pemilik toko stationery dan 2 toko buku. Bisa buat modal awal titip jual. Trus, itu kan kamu punya 3 temen yang sudah jadi kepala sekolah di TK, bisa buat pentrasi awal… Kita bisa tanya mereka, mereka pasti punya koneksi IGTK di kota ini. Nanti sambil nunggu barangnya datang, kita all out masukin barang ke 3 marketplace besar buat jualan online. Jadi pas barangnya datang semua siap! Kayanya nggak sampai sebulan 1000 pcs ludes, kalau semuanya jalan.

Apa nggak habis lebaran saja investnya?

Nggak lah! Nanti keduluan orang lain!

Tapi kan itu untuk cadangan lebaran?

Cinta sayaaang… Kalau buat liburan lebaran nanti, dijamin deh, uang berapa pun akan habis! Termasuk uang cadangan ini, nggak bakal jadi cadangan, pasti akan terpakai juga nantinya. Daripada terpakai, lebih baik kita investasikan dari sekarang… Pasti lebaran nanti kita bisa menyesuaikan deh sesuai uang yang ada… kan sudah kita budgetkan juga..

Tapi ini bukan penipuan kan?

Nggak, kalau yang ini aku yakin. Aku sudah lihat-lihat siapa ownernya, tadi juga sudah coba cross check ke beberapa distributor di list yang ada. InsyaAllah beneran ini.

Tapi beneran mau daftar malam ini? Kenapa nggak besok?

Kalau besok terlambat Cinta… Pengalaman, disini, ada yang terlambat 1 jam saja, kotanya sudah direbut orang lain. Kita jangan sampai kalah… Percuma deh aku ubek-ubek websitenya dari tadi kalau keduluan orang lain…

Ya sudah deh, kalau kamu yakin, sebagai istri aku hanya bisa mendoakan..

Nah, gitu dong, kan jadi tambah cakep, kaya di film AADC (Rangga merayu)

Ah gombal kamu ini (senyuman Cinta yang bikin luluh hati)

 

Mau tahu bisnis yang sedang dibicarakan Cinta dan Rangga? Klik tombol di bawah!

Peluang Usaha Terbaik, Bagaimana Kriterianya?

Peluang usaha bertebaran dimana-mana, Anda jangan sampai tertipu atau jangan sampai mis-informasi dengan apa yang ditawarkan. Beberapa panduan berikut ini bisa Anda jadikan acuan manakah peluang bisnis terbaik yang bisa Anda pilih.

Peluang Usaha yang Menjanjikan, Marginnya Besar Tapi Realistis

Peluang usaha yang Anda pilih sebaiknya marginnya cukup besar. Atau proporsional besarnya dengan beberapa faktor berikut ini : kemudahan dalam penjualan, fast moving consumer goods atau bukan, hingga faktor resiko dalam menjalankannya. Gambaran sederhananya, makin besar resikonya, margin harus makin besar. Sebaliknya, untuk yang penjualannya “mudah”, misal kebutuhan pokok, ya wajar jika marginnya rendah, karena yang dikejar perputaran barang dan kuantitas. Jadi jangan harapkan margin besar misalnya dari jualan beras atau gula.

Peluang usaha yang “benar” juga realistis ketika menawarkan margin sebagai “lipstik penawaran”. Penawaran yang tidak rasional misalnya, menjanjikan bagi hasil 50%/bulan dari modal sejak bulan pertama. Atau misalnya memberikan bunga 50% pada tahun pertama dan seterusnya. Intinya Anda harus hati-hati, segala sesuatu yang merangsang “keserakahan / greedy” biasanya irrasional.

Peluang usaha yang baik, misalnya katakanlah menawarkan margin 100%, pasti masih bisa dikalkulasi, bahkan kalkulasi sederhana pun bisa mengetahui itu benar atau tidak. Misal, modalnya Rp. 5.500 / pcs lalu ditambah biaya ini-itu, Rp. 1.500 (baiknya unit cost lain tetap bisa dihitung), lalu barangnya bisa dijual Rp. 15.000 dan faktanya sudah bisa laku dengan harga itu,maka penawarannya menjadi realistis, besar dan realistis.

Peluang usaha yang tidak realistis, kebanyakan menawarkan sesuatu yang besar, tetapi kita tidak banyak pengorbanan. Dimana-mana, yang mau untung besar, ya harus mau berkorban. Kalau sesuatu menawarkan untung besar tanpa banyak pengorbanan (cuma modal uang saja), dijamin, itu penipuan! Patokan paling sederhana adalah bunga deposito perbankan. Anda bisa jadikan itu acuan, apakah sesuatu realistis atau bukan (untuk penawaran yang hanya menuntut modal saja dari Anda).

Mau peluang usaha dengan margin 100% tapi realistis? >> KLIK DI SINI !

Peluang Usaha yang Prospektif, Lihatlah dari BEP-nya.

Peluang usaha yang prospektif, sederhananya gampang kok, lihat saja dari proyeksi BEP (Break Event Point)-nya. Makin cepat tentu makin baik. Namun jangan salah, sekali lagi masalah realistis, biasanya makin besar dana makin lambat BEPnya. Walau tentu tergantung model bisnisnya juga. Faktanya, bisnis dengan modal 5-10 juta, BEP ideal seharusnya 2-10 bulan. Bisnis yang modalnya 10-100 juta, mungkin bisa 1-2 tahun. Dan seterusnya. Namun sekali lagi tergantung model bisnis dan ranah bisnisnya.

Peluang usaha yang ideal, tentu BEP-nya cepat, namun masih kelihatan hitung-hitungannya. Misal ada yang menjanjikan BEP supercepat, katakanlah 2 bulan, kita bisa lihat apakah metode pemasarannya sudah clear, bukan cuma 1 channel, tapi bisa 2 bahkan puluhan peluang channel. Jika iya, maka ia bisa dibilang realistis. Satu lagi kriterianya, lihatlah “success story” orang-orang sebelumnya, apakah sudah pernah ada yang mencapai angka tersebut? Apakah yang sudah mencapai itu hanya 1 orang? Atau sudah lebih dari 1 orang? Pertimbangkanlah baik-baik.

Peluang usaha yang baik, bisa jadi belum banyak yang ambil. Terkait paragraf sebelumnya, memang Anda harus mainkan intuisi selain logika. Kenapa? Karena memang, ya namanya opportunity itu kadang “menjual masa depan”. Kalau sudah terlalu banyak yang masuk, Anda hanya akan jadi pengekor dan pasti kuenya tak besar lagi. Beda kalau sebuah peluang bisnis masih terbilang baru, Anda punya kesempatan besar di sana.

Peluang usaha yang realistis, walau menjual mimpi, tapi Anda biasanya sudah punya gambaran data dan fakta untuk bahan pengambilan keputusan. Walau masih baru, tapi biasanya sudah ada success story yang membuat pengambilan keputusan Anda, nggak “gelap-gelap” banget. Cuma memang karakter penawaran bisnis yang bagus sering kali menuntut Anda HARUS mengambil keputusan CEPAT, kalau tidak akan diambil orang.

BEP-nya hanya 2 bulan, peluang usaha ini menjadi pilihan banyak orang. Mau tahu lebih jauh? KLIK >> DI SINI !

Peluang Usaha yang Baik Biasanya Mudah Dijalankan

Peluang usaha yang baik sejatinya tidak terlalu sulit dijalankan. Ini bukan konteks kita mau bermalas-malasan ya… Tapi memang bisnis yang realistis itu ya harus mudah dijalankan, minimal “realistis” untuk dijalankan. Anda bisa menilai penawaran bisnis yang diberikan kepada Anda, apakah punya sales tactics tertentu atau punya metode marketing tertentu yang Anda “nangkap” maksudnya.

Peluang usaha “zaman now” misalnya, sudah wajib “bisa di-online-kan”. Kemajuan dunia online adalah kemajuan yang tak terbendung, setiap bisnis yang tidak bisa masuk online atau internet, pasti bisnis “zaman old” yang siap tergerus zaman. Di tengarh maraknya kemajuan bisnis internet / online ini, pastikan penawaran bisnis yang datang pada Anda mengakomodasi hal ini.

Peluang usaha yang adaptif dengan dunia online ini juga sebaiknya “terbuktikan”. Sekali lagi… masalah success story (ini dunia riil bung !)… Apakah ada yang sudah sukses berjualan online produk tersebut? Apakah dengan online saja bisa BEP tepat waktu? Bisa dapat margin yang dijanjikan? Jika sudah ada success story-nya, maka peluang bisnis itu layak Anda pilih.

Peluang Usaha yang Ideal Baiknya Ada Pengaturan, Bukan Seperti di Hutan Rimba

Peluang usaha yang patut Anda pilih, apalagi jika sifatnya keagenan, baiknya ada pengaturan dari pusatnya. Misal 1 kota hanya akan ada 2-3 distributor, dan manajemen komitmen menjalankannya. Jadi jangan sampai demi “keserakahan” manajemen, mereka bisa dengan seenakanya merekrut agen baru, hanya demi mengejar omset mereka dan mematikan para agennya.

Peluang usaha yang ideal itu, membesarkan mereka yang ditawarkan, bukan cuma yang menawarkan. Pihak yang menawarkan sebaiknya punya sistem untuk itu. Sebab itu yang membedakan bisnis dengan sekedar “dagang” biasa. Anda harus bisa bedakan mana penawaran bisnis dan mereka yang sekedar menawarkan barang! Penawaran usaha / bisnis yang menjanjikan itu biasanya jangka penjang, bukan sesaat.

Peluang Usaha yang Baik Itu Ada Support

Peluang usaha yang patut Anda pertimbangkan adalah yang memiliki support penuh untuk Anda. Jadi sekali lagi bukan sekedar jualan barang ke Anda… (apa bedanya dong dengan pedagang pasar induk hehehe). Mereka yang serius menawarkan Anda peluang, sudah siap sistem dan supportnya. Minimal sekali ada semacam grup komunikasi antara Anda dan manajemen yang bisa jadi wadah untuk buat Anda naik kelas. Jangan lupa, mereka yang menawarkan bisnis ke Anda, jadi kalau nggak jelas supportnya ya tolak saja. Tapi jika supportnya jelas, dan Anda juga bisa menilai itu realistis, bisa dilakukan oleh pihak manajemen, bisa Anda terima! Atau bahkan segera Anda putuskan YA sebelum peluang itu diambil orang lain.

Peluang usaha ini menawarkan full support dari manajemen dan garansi 1 kota hanya akan ada 1 distributor, Anda harus ambil segera, KLIK >> DI SINI ! 

Demikian 5 pertimbangan di atas, semoga bisa membantu Anda mendapatkan peluang usaha / bisnis yang menjanjikan. Baik sebagai bisnis utama, atau sebagai pendapatan / penghasilan sampingan untuk Anda, baik yang modal kecil/rumahan atau bermodal medium dan besar.

Tolong bantu SHARE ya… silahkan tekan tombol SHARE sesuai media sosial Anda di bawah ini…

 

Sudah Gagal, Masih Sombong?

Channel Telegram @posterbelajar

 

Semoga “penyakit” ini tidak ada pada Anda…

 

Yang jelas, penyakit ini masih menghinggapi banyak orang gagal. Seperti apa?

 

Sebagian orang yang gagal, ternyata memelihara penyakit yang “tidak diperlukan” ini.

 

Lho kok bisa?

 

Iya. Ketika ada seorang “motivator bisnis”, atau coach, atau inspirator atau bahkan jelas-jelas seorang pengusaha sukses menyampaikan resep-resep kesuksesan, orang-orang ini selalu “meragukannya”.

 

“Ah, itu kan mereka beruntung saja”

“Ah, mereka bisa ngomog begitu, karena masa sulitnya sudah lewat aja, padahal dulu, mungkin sama saja”

“Ah, justru ini model bisnis dia, dia bicara, terkenal, lalu nawarin deh bisnisnya ke orang lain”

“Ah, resep sukses, kalau memang benar, tentu dia sendiri sudah kaya raya, nggak perlu lagi dong cape-cape ngajar sana-sini isi seminar”

“Ah, resep itu kan berlaku hanya untuk dia, untuk orang lainya belum tentu”.

“Bener nggak itu ‘resepnya’? Kalau bener, sudah banyak dong muridnya yang kaya raya?”

“Ya emang itu kerjaannya, sekolah bisnis”

“Ya emang itu kerjaannya, nulis buku bisnis”

 

Dan masih banyak lagi “pembenaran” lainnya.

 

Bisa jadi “prasangka” benar, bisa jadi salah.

 

Terlepas dari salah-benarnya…, sebagian pebisnis sukses itu memang benar-benar sudah sukses … Sebagian pebisnis itu memang punya banyak bisnis, dan sudah menghasilkan milyaran bahkan triliyunan dari bisnisnya.

 

Sementara sebagian kita, memang masih “jauh” dari mereka. Kekayaan kita masih jauh, kesuksesan belum kelihatan, sementara kegagalan terjadi  hari demi hari.

 

Penyakit “dengki” di atas itu yang bisa jadi membuat kita tak mau menerima ilmu-ilmu, trik-trik, resep-resep kesuksesan mereka sepenuh hati. Di satu sisi kita meng-iyakan, di satu sisi over dosis dengki, over dosis kesombongan membuat kita tak penuh menerima ilmu dan hikmah yang ada.

 

Padahal bisa jadi kalkulasi hasil antara yang kita dapatkan dan mereka dapatkan bisa jadi juga sudah jauh. Mereka bisa jadi sudah “beraset miyaran bahkan triliyunan”, sedangkan kita ratusan juta saja belum sampai. Kalau pun ada, mungkin masih negatif, karena terkurangi “hutang-hutang” kita.

 

Itulah sifat kesombongan yang “aneh”, kesombongan yang justru berawal dari kebodohan. Lah bagaimana tidak? Kita merasa punya resep kesuksesan, dan yakin “akan berhasil” dan berusaha mendebat “resep kesuksesan” mereka yang sudah berhasil hanya berbekal kata-kata “akan saya tunjukkan bahwa saya akan berhasil”.

 

Dan hari-hari berlalu, ternyata “keyakinan” kita tak berujung hasil. Jangankan kemenangan besar, kemenangan kecil saja susah hadir.

 

Dan sebagian kita masih saja “sombong” dengan menolak resep-resep kesuksesan tersebut. Masih saja memelihara penyakit dengki tadi.

 

KEYWORD KESUKSESAN

Buat Anda yang merasakan hal di atas, sudah saatnya berbenah. Ya, berbenah mulai dari sekarang. Sejak saat ini, detik ini juga, setelah selesai membaca tulisan ini. Jangan tunggu esok, pekan besok atau bulan depan atau bahkan tahun depan (jangan sampai kerusakannya makin parah).

 

Bisa jadi masih ada satu alibi lagi “resep itu sukses untuk mereka, belum tentu untuk kita”

 

Namun ada satu hal yang perlu kita paham. Setiap orang punya semacam “keyword kesuksesan”.

 

Ada orang yang tetiba terjadi “lompatan” dalam hidupnya setelah meminta maaf kepada orang tuanya.

 

Ada orang yang tetiba terjadi “lompatan” dalam hidupnya setelah memperbanyak sedekah.

 

Ada orang yang tetiba terjadi “lompatan” dalam hidupnya setelah menghilangkan rasa dendam dalam hatinya.

 

Ada orang yang tetiba terjadi “lompatan” dalam hidupnya setelah membersihkan diri dari dengki.

 

Ada orang yang tetiba terjadi “lompatan” dalam hidupnya setelah sadar bahwa rezeki itu hak-nya Allah swt, bukan manusia.

 

Atau bahkan ada orang yang tetiba terjadi “lompatan” dalam hidupnya setelah memperbaiki hal yang lebih teknis, seperti memperbaiki semua proses bisnisnya.

 

Setiap orang bisa sangat berbeda-beda.

 

Mungkin gara-gara hal inilah ada orang yang menyimpulkan bahwa resep kesuksesan seseorang belum tentu berhasil pada orang lain…

 

Terlepas dari “ketepatan” kalimat di atas, kita butuh tahu tentang keyword kesuksesan diri kita sendiri.

 

MEMBUKA DIRI UNTUK SOLUSI

Masalah berikutnya adalah : yang mana?

 

Pada titik inilah kita harus mulai mau membuka diri. Ya, membuka diri atas inspirasi yang bisa datang dari orang lain.

 

Bunuh sifat dengki kita, hancurkan kesombongan kita, tanggalkan sejenak ego-kita.

 

Sadarlah, bahwa kegagalan kita sudah terlalu banyak membuat kerusakan dan sudah selayaknya diberhentikan. Ya, sekarang juga ! Hari ini juga !!!

 

Mulailah membuka diri.

 

Pelajari solusi “yang diajukan” orang lain. Dengarkan kata-kata coach kita. Pelajari resep-resep kesuksesan dari orang-orang di sekitar kita. Terimalah masukan-masukan dari orang-orang sukses di awal tulisan ini yang bisa jadi kita acuhkan selama ini.

 

Kosongkan gelas kita, terima input. Lalu pilah dan pilih. Cari sampai dapat, pada keyword mana kita masih “jatuh”. Dan pada keyword mana kita akan berhasil. Pada tahap ini, silahkan sesuaikan dengan kondisi masing-masing.

 

Jangan-jangan keyword kesuksesan itu ada pada orang yang tadinya kita “dengki-kan”. Pada buku seorang coach yang selama ini kita anggap “ah, gitu mah saya udah ngerti”. Pada seminar seorang motivator yang dulunya , saat dia bicara begitu, kita bilang, “itu mah saya sudah paham”. Atau pada tulisan seorang pengusaha sukses di sebuah media online, yang bisa jadi dulu kita anggap “terlalu umum”.

 

BERANJAK MENUJU SUKSES

Saat kita mulai menurunkan ego, kesombongan, kedengkian, lalu membuka diri, InsyaAllah satu persatu solusi akan terlihat. Bisa jadi datang dari para inspirator itu, atau ya bisa juga dari diri kita sendiri.

 

Untuk mereka yang muslim, bisa jadi saat kita membersihkan hati sebersih-bersihnya dari semua penyakit hati itu, lalu bertekad, berkeinginan untuk sukses. Berniat untuk bangkit dan memohon pada Allah swt untuk menang… Maka jalan-jalan kesuksesan itu mulai dibuka satu per satu.

 

Tabir yang selama ini membuat kita gagal, Allah swt buka, sehingga kini semua tampak jelas.

 

Solusi yang kita sudah “muter-muter” nyarinya, ternyata sangat mudah.

Sesuatu yang kita anggap hanya bisa terjadi dalam 1-2 tahun atau bahkan lebih, ternyata AJAIB, bisa jadi bisa dicapai hanya dalam semalam.

 

Sebuah pembuktian bahwa matematika Allah swt sangat berbeda dengan matematika manusia.

 

Semua terjadi bisa jad ketika kita sudah bisa menerima bahwa “kita gagal”, dan “mereka sukses”.

 

Maka jangan pertahankan kesombongan itu.

 

Sukses itu ya sederhanya ada hasil. Buka selalu berkata, “saya akan buktikan”.

 

Kemauan belajar pada orang-orang yang bahkan kita remehkan, bisa jadi pintu-pintu kesuksesan itu.

 

Kesombongan, tidak mau menerima masukan, selalu merasa benar, hingga kedengkian yang akut, adalah tabir-tabir penghalang kesuksesan kita.

 

Padahal bisa jadi solusi itu sudah sedemikian banyak di sekitar kita, yang bahkan sekali “klik” hanya dalam tempo semalam, semua bisa terbuka.

 

Sekali lagi, bebaskan diri kita dari sifat “sombong yang tidak perlu itu”. Kesombongan yang “aneh”, karena sudah jelas gagal tapi masih merasa benar. Dan justru hal itu yang membuat kita semakin jauh dari kesuksesan.

 

Semoga jalan kesuksesan kita segera dibuka Allah swt… Tidak menunggu esok, lusa, bulan depan bahkan tahun depan. Tapi mulai hari ini juga…

 

Amiiin…

 

Catt : Tulisan ini untuk renungan bagi mereka yang masih merasa gagal. Bagi yang sudah “merasa sukses (dengan parameter masing-masing)” mungkin sudah tidak diperlukan lagi . Tapi pesan kami, hati-hati! Jangan-jangan itu bagian dari penyakit tadi J

 

——————————————————————–

SATU-SATUNYA NYONTEK YANG “HALAL”, Apalagi buat para pebisnis / calon pebisnis, KLIK DI SINI deh !>>

http://bit.ly/nyontekhalalpebisnis

http://bit.ly/nyontekhalalpebisnis

http://bit.ly/nyontekhalalpebisnis

——————————————————————–

 

Ingin dapat INSPIRASI BISNIS TIAP HARI?

  • FOLLOW IG KAMI : @peluangusahaposterbelajar
  • JOIN channel TELEGRAM: @posterbelajar

 

Atau ingin artikel / tips bisnis rutin Anda terima langsung ke HP Anda? Klik : http://bit.ly/TipsBisnisTerbaik

 

Tolong bantu SHARE ya… (semoga jadi pemercepat kesuksesan kita juga)

Antara Pasangan Hidup dan Rem

Dalam hal keputusan bisnis dan investasi, pasangan hidup itu seperti rem.

Selalu Ada 2 Ekstrim

Selalu ada 2 ekstrim dalam hal ini. Pertama, pasangan hidup yang kurang bisa menjaga / tidak berfungsi sebagai rem dan kedua, pasangan hidup yang terlalu over-protektif / terlalu banyak melarang.

Pada ekstrim yang pertama, pasangan hidup tidak bisa mengerem keputusan suami / istri dalam berbisnis, sehingga peluang bisnis apa pun diambil. Suami / istri tidak bisa menjaga pasangannya agar tidak melakukan kesalahan dalam keputusan.

Ada peluang yang sedikit bagus, diambil, tanpa dilakukan perhitungan lebih matang. Ada penawaran yang terlihat “sensasional”, memberikan keuntungan besar dalam waktu cepat (tanpa harus susah-susah bekerja), diambil, padahal bisa jadi itu penipuan. Ada peluang bisnis yang sedang musim, diambil, padahal bisa jadi itu sesaat.

Akhirnya bisa ditebak. Kesalahan keputusan itu berbuah musibah. Perhitungan meleset, keuntungan tidak didapat, kerugian di depan mata.

Tipe yang kedua, pasangan hidup “terlalu banyak mengerem”. Setiap pasangannya ingin mengambil sebuah keputusan bisnis / investasi, selalu dilarang. Alasannya banyak, mulai dari takut rugi, takut di tipu, takut tidak balik modal, takut susah jualannya, takut putaran uangnya lambat, takut uang tidak kembali dan masih banyak lagi.

Mana Keputusan Terbaik? Yang “Berbeda” atau “Mainstrem”

Berbeda dengan tipe pertama, akibat dari pasangan hidup tipe kedua ini cenderung “tidak kelihatan” dan laten. Kenapa? Sebab memang pada masa kini, pada kehidupan mereka aman-aman saja. Tidak kena resiko ini-itu. Bahasa kita “comfort zone”.

Namun tidak di masa mendatang. “Terlalu takut” ambil keputusan bisnis dan investasi itulah justru yang akan membahayakan mereka berdua di masa depan… Kenapa? Nah ini bahasan yang menarik…

Sebagaimana kita tahu, masa depan itu un-predictable, sulit ditebak. Ya, kita bisa adakan perhitungan ini-itu, perencanaan ini-itu. Tapi tetap saja masa depan itu penuh ketidakpastian.

Maka cara terbaik hadapi masa depan adalah membangun karakter pembelajar, karakter berani mengambil resiko, karakter yang siap beradaptasi dengan ketidakpastian, karakter siap berubah dan siap untuk mengambil keputusan-keputusan yang tidak biasa.

Margin 100%, BEP maks 2 bulan, disupport manajemen, pasar terus berkembang, ini pilihan bisnis terbaik >> KLIK DI SINI !

Mereka yang berani ambil keputusan “berbeda” hari ini dibandingkan “keputusan mainstream” banyak orang, bisa jadi hari ini cenderung menjalani hidup penuh ketidakpastian, masuk area “un-comfort zone“, suasana hidup yang bisa jadi “tidak diimpikan” banyak orang (maklum, kebanyakan orang ingin suksesnya saja, tapi tidak mau pengorbanannya). Namun di masa depan, bisa jadi mereka adalah orang yang justru jauh lebih beruntung daripada orang yang “biasa-biasa” tadi.

Orang-orang yang menempuh “jalan aman” di masa kini, pada akhirnya harus siap menghadapi masa-masa yang makin sulit di masa depan, harga-harga terus naik, inflasi, kebutuhan makin besar, semuanya seakan naik eksponensial, sementara pendapatan mereka “kenaikkanya terlalu bisa diprediksi”, linear dan tidak terlalu besar.

Akhirnya, keputusan untuk “mengamankan” masa kini berbuah “ketidakamanan” di masa depan. Dan lebih sial lagi. Bisa jadi di masa depan energi pasangan tersebut sudah tak besar lagi. Usia mereka tak muda lagi, beban kehidupan makin besar, tantangan hidup makin besar.

Bekal hidup tak siap, bekal karakter juga tak siap.

Seberapa Sering Sebaiknya “Me-nge-rem”?

Mari kembali ke analogi sebentar soal rem.

Ya, banyak atau tidaknya kita menggunakan rem, ketika berkendara, tentu sesuai dengan tujuan dan kondisi kita. Jika Anda hanya pergi ke pasar dekat rumah, yang jaraknya hanya 1 km dan jalanan agak macet, tentu banyak nge-rem itu wajar.

Atau Anda ke kantor yang jaraknya kira-kira 20 km, dan suasana macet, banyak ngerem tentu wajar (ya macet sih).

Tapi jika Anda mau mudik, dan jalanan pada dasarnya tidak terlalu macet,terlalu banyak ngerem tentu tidak bijak… Kapan sampainya ke tujuan? Jarak yang harus ditempuh 475 KM, sementara kecepatan mobil tak lebih dari 40 km/jam dan sering sekali ngerem hehehe. Bisa 3 hari sampainya…

Kehidupan pun seperti itu. Faktanya, para pengendara, mengerem itu tak lebih dari 50% aktivitas mereka. Lebih banyak tekan gas daripada rem. Kenapa? Sebab itulah perjalanan, harus “progressif”, maju ke depan, nggak kebanyakan berhenti. Orang yang maju itu terus berjalan ke depan, bukan takut, berhenti, takut, berhenti (Nggak sampai-sampai).

Ambil keputusan ini segera sebelum diambil orang lain ! Sebab 1 kota hanya akan ada 1 distributor >> KLIK DI SINI !

Coba kalau sepanjang perjalanan ke kantor, Anda lebih banyak nge-rem daripada nge-gas. Bisa-bisa 4 jam baru sampai kantor, jalannya lambaaat banget (mungkin lebih cepat pejalan kaki daripada Anda yang naik motor / mobil hehehe), sampai kantor dimarahi atasan, dan akumulasinya dipecat karena sering terlambat, karena jalannya terlalu hati-hati.

Rem itu ada untuk menyelamatkan kehidupan, bukan menghambat kemajuan. Tidak ada rem atau rem blong bisa menyebabkan kecelakaan. Terlalu banyak rem, akan membuat kita lambat sampai tujuan.

Maka kalau Anda menganggap perjalanan kehidupan Anda panjang, sama seperti mudik di atas. Bijaklah menggunakan rem. Sesekali boleh, cuma jangan terlalu sering, nanti Anda tidak sampai-sampai.

Jangan Hanya Fokus Pada Resiko Hari Ini

Dengarkan nasehat pasangan hidup soal keputusan bisnis dan investasi, dengarkan ketakutannya, dengarkan masukannya. Namun Anda jangan sampai membuat Anda terlalu takut. Sebab bisa jadi pasangan hidup hanya berfokus pada resiko, dan resiko hari ini saja, bukan pada proses apalagi hasil dan juga masa depan.

Cara yang paling bijak adalah, Anda pelajari dulu sebuah peluang bisnis, resikonya, peluangnya, hasilnya di masa depan. Lalu coba jelaskan kepada pasangan hidup dengan baik. Sampaikan antisipasi resikonya, kerugian jika tidak diambil sekarang, dan masih banyak lagi.

Apalagi jika peluang bisnis yang Anda lihat itu semuanya sudah serba jelas, produknya jelas, sistemnya jelas, cara pemasarannya jelas hingga siapa saja yang sudah bergabung jelas (bukan bisnis yang benar-benar baru / belum jelas). Seharusnya meyakinkan pasangan lebih mudah.

Peluang Usaha Distributor Poster Belajar, caranya jelas, pasarnya jelas, produknya jelas, tinggal action >> KLIK DI SINI UNTUK LIHAT DETILNYA !

Sekali lagi, keputusan investasi dan bisnis itu seperti perjalanan. Jika terlalu diperturutkan, bisa membahayakan Anda di masa kini. Tetapi jika terlalu banyak nge-rem, terlalu banyak takut, justru membahayakan Anda di masa depan.

Jadilah orang yang pertengahan. Tetap ambil resiko, namun tetap hati-hati. Tetap berjalan ke depan, namun sesekali perlu juga menge-rem.

Pada akhirnya, kalau kita melihat 2 tipe ekstrim pada bagian awal tulisan ini, mereka yang terlalu “nge-gas”, terlalu progressif, dan menjalani hidup penuh resiko di hari ini pun tidak buruk-buruk amat. Sebab kalau pun mereka jatuh, salah ambil keputusan, hal itu berbuah pengalaman (walau pahit). Sesuatu yang lebih mahal daripada pelajaran apa pun dan justru akan menyelamatkan mereka di masa depan.

Mereka yang terlalu hati-hati, selain perjalanannya bisa sangat lambat, resiko-resiko itu juga akan tetap dihadapi, cuma bedanya resikonya dihadapi belakangan, justru saat energinya tak besar lagi.

Faktanya, orang-orang sukses itu adalah orang yang berani ambil resiko di saat muda, mengalami tribulasi, dan perjuangan di masa muda, lalu di saat tua, mereka tinggal menikmatinya, saat kebanyakan orang masih saja harus kerja keras dengan tenaga yang sudah tidak prima lagi.

Faktanya lagi, sebagian pasangan bisa sangat perhitungan untuk investasi bisnis, investasi masa depan, investasi “pembentukan karakter masa depan”. Namun menjadi sangat terbuka kalau soal kebutuhan konsumtif. Gambarannya : Mengeluarkan uang 5-10 juta untuk modal bisnis, begitu sangat sayang. Tetapi beli HP baru atau jalan-jalan, atau bahkan hal konsumtif lainnya, nggak sayang. Padahal uang keluar sama… dan tidak akan memberikan imbal yang produktif.

Salah satu kunci orang sukses itu mau menunda kesenangan. Mereka menahan diri dari hal-hal konsumtif hari ini justru agar bisa menikmatinya di masa depan…

Pilihan hidup terserah Anda dan pasangan. Namun sebaiknya lihatlah juga masa depan.

Kenapa Belum Jadi Distributor Poster Belajar?

Mengapa Menunda “Masa Depan” Anda? Tangkaplah Peluang Ini Segera!

Bisa jadi Anda sebenarnya sangat berminat, tetapi beberapa hal ini menghalangi Anda untuk segera take-action menjadi distributor Poster Belajar. Silahkan baca seluruh artikel ini, atau langsung saja ke point-point yang menurut Anda “gue banget nih”. Dan temukan solusi / jawabannya di sana.

1. Pasangan Hidup Tidak Setuju

Suami / istri tidak setuju bisa karena berbagai sebab. Salah satunya karena belum tahu lebih dalam prospek bisnis ini. Solusi : ajak pasangan membaca langsung profil bisnis ini >> KLIK di sini. Sebab lain adalah karena takut rugi, akan dibahas pada poin berikutnya. Ajak juga pasangan Anda membaca halaman ini sampai selesai. Atau bisa juga hubungi CS kami untuk menanyakan hal-hal yang masih meragukan pasangan Anda.

Yakinkan pada pasangan bahwa ini bisnis masa depan. Anda dan pasangan akan menjadi “penguasa tunggal” penyalur Poster Belajar yang suatu saat akan jadi pendamping wajib bahan ajar siswa-siswi sekolah di kota Anda (lihat poin 13 di bawah). Yakinkan dia bahwa bisnis bisa jadi tak langsung berjaya. Tetapi jika prospeknya bagus, sangat sayang jika tak diambil. Sebab sekali kesempatan itu diambil orang, kita tidak bisa masuk lagi.

Yakinkan pasangan hidup Anda bahwa, untuk bisa maju, kita harus berani lakukan “lompatan”, jangan sampai terjebak pada rutinitas kehidupan. Dan bergabung bersama Distributor Poster Belajar, membangun bisnis, insyaAllah adalah lompatan terbaik. Semua memang mengandung resiko, tetapi bisnis ini resikonya insyaAllah paling rendah (lihat poin-poin berikutnya).

2. Takut Rugi

Kembali ke definisi “rugi”. Rugi ketika investasi kita “hilang” atau tidak kembali. Di bisnis Poster Belajar itu tidak terjadi. Sebab Poster Belajar adalah benda yang tidak mudah rusak. Bagi distributor yang aktif, tak sampai sebulan sudah repeat order lain biasanya. Dan insyaAllah kami yakin Anda bisa…

3. Belum Punya Pengalaman Bisnis

Banyak juga Distributor Poster Belajar yang tidak punya riwayat sebagai pebisnis. Tetapi ketika terus belajar akhirnya mereka bisa. Bahkan ada ibu rumah tangga yang tidak pernah bisnis, akhirnya malah pegang 2 hak distributor (pegang 2 kota). Di grup WA distributor nasional juga sering terjadi diskusi tentang metode penjualan. Masih ada materi-materi bisnis dari tim manajemen pusat yang bisa membantu mencerahkan para distributor soal bisnis. InsyaAllah bergabung di sini akan memberikan Anda pengalaman bisnis terbaik.

4. Takut Nggak Laku

Alhamdulillah, melihat pengalaman distributor yang ada, selama tidak diam, Poster Belajar selalu laku. Terutama jika Anda membidik segmen yang tepat dengan cara yang tepat. Kami akan ajarkan caranya di grup distributor nasional dan channel khusus Poster Belajar Business Academy. Anda akan belajar banyak di sini.

5. Ada Poster Lain yang Harganya 2000-an

InsyaAllah produk kita beda jauh kualitasnya. Desainnya jauh lebih baik. Bahannya jauh lebih baik. Hasil cetaknya jauh lebih baik dan kita punya 100 model. Biasanya setelah diedukasi, konsumen paham dan akhirnya mau beli walau harga poster kita lebih mahal. Insya Allah kalau konsumen sudah lihat barangnya, sangat mudah meyakinkan mereka…

Wajib Buka Ini >> KLIK SI SINI !

6. Aduh Cape Kalau Harus Jualan Dari Sekolah ke Sekolah

Buat Anda yang tidak mau jalur offline, bisa juga lho jualan via online. Dan hasilnya tidak kalah. Ada distributor yang repeatnya sampai 2000 pcs sekali repeat dengan metode online ini. Anda juga bisa lakukan metode online ini.

7. Saya Orangnya Pemalu

Sama seperti di atas, Anda bisa gunakan metode jualan online, baik melalu marketplace atau media sosial. Hasilnya tak kalah dengan jualan offline. Bahkan kalau ditekuni bisa lebih.

8. Saya Masih Kerja, Mungkinkah?

Mungkin! Anda bisa gunakan metode online + rekrut reseller. Bukan saja bisa Anda lakukan sebagai sambilan, Anda sudah bermanfaat untuk orang lain membantu mereka mendapatkan pendapatan tambahan. Kami akan bimbing Anda cara jualan online dan rekrut reseller ini.

9. Daerah Saya Sudah Ada yang Punya

Jika Anda sungguh berminat dengan bisnis ini, dan daerah (kota / kabupaten) tetangga Anda masih kosong. Anda bisa ambil. Dengan catatan penjualan offline Anda konsisten di sana. Lokasi Anda tak harus sesuai KTP. Yang penting Anda punya alamat perwakilan di sana (misal rumah teman / saudara)

10. Saya Takut Ini Penipuan

Waktu itu ada calon distributor yang juga khawatir hal yang sama. Lalu dia hubungi temannya yang ada di Jakarta hari itu untuk survey ke kantor kami. Begitu sampai dan memastikan kebenaran kami (tak lupa foto selfie di kantor kami hehehe), lalu dia memberi kabar kalau ini benar. Hari itu juga si distributor transfer registrasi. Anda juga bisa cari metode lainnya >> KLIK DI SINI !

Wajib Buka Ini >> KLIK DI SINI !

11. Kok Mahal Banget Ya Modalnya 5,5juta, Masih Sama Ongkir Lagi???

Nggak Mahal, coba diresapi apa yang akan Anda dapatkan berikut ini:

  • Paket Produk Senilai Rp. 15.000.000,- (1000 poster x harga jual konsumen akhir Rp. 15.000,-)
  • Dibuatkan media jualan online berupa fanpage Facebook, lengkap dengan header dan profile picture.
  • 20 katalog fisik senilai Rp. 200.000,-
  • Promotion tools lengkap : 1 pcs horizontal banner ukuran 2 x 1 meter, 1 pcs square banner ukuran 1 x 1 meter, 4 pcs poster uk A3+.
  • File JPG semua poster untuk jualan / berbisnis secara online.
  • Katalog digital dalam format pdf, untuk bisa disebarkan secara online.
  • Poster Belajar Business Academy (pembinaan bisnis melalui channel khusus senilai lebih dari Rp. 5.000.000)
  • Dimasukkan grup WA Distributor Nasional

Nilai value yang Anda dapatkan 20juta lebih !

Dan sekedar info… di bisnis lain, hak keagenan seperti ini bisa 20juta lebih harga registrasinya…! Dan tidak eksklusif 1 kota 1 distributor, bisa ada 2 atau 3 distributor…

Di sini Anda cukup membayar 5,5juta + ongkir paket sudah kuasai 1 kota ! Mantap kan?!! :)

12. Mereka (konsumen) Paling Beli Sekali Doang Ya? 

Katakanlah si anak beli 1. Kita masih punya 99 model lainnya. Kita bisa prospek ulang… Insya Allah 99 model lainnya masih banyak yang bisa “nyangkut” lagi. Kalau pun dia beli 10 misalnya, masih ada 90 model lainnya. Jangan lupa poster kita ada 100 model. Memungkinkan terjadinya upselling dan cross selling sehingga omset Anda makin meroket.

13. Saya Belum Melihat Prospek Bisnis Ini Kedepannya

Bayangkan di masa depan, semua siswa untuk semua jenjang pendidikan (SD, SMP, SMA) membutuhkan buku ajar pada setiap jenjangnya. Suatu saat mereka akan juga butuh Poster Belajar kita sebagai media pendamping ajar. Bayangkan jika seluruh siswa di kota Anda membeli pada Anda. Atau katakanlah 20% saja dari seluruh siswa tersebut di kota Anda membeli pada Anda, omset 1 bulannya mungkin sudah cukup buat hidup 1 tahun :).

Itulah prospek bisnis ini ke depan. Karena kami tidak hanya berhenti sampai pada model yang ada sekarang. Kami akan kembangkan terus sehingga Poster Belajar memenuhi kebutuhan seluruh anak, mulai dari level PAUD, TK, SD, SMP, SMA bahkan perguruan tinggi.

14. Kayanya Enakan Bisnis Kuliner Atau Fashion

Pilihan terserah pada Anda. Siapa pun tidak bisa memaksa. Yang jelas bisnis kuliner adalah benda yang tidak tahan lama (paling tidak ada expired date-nya). Sedangkan fashion, sudah banyak yang bermain di sana. Bisnis Poster Belajar ini, dari sisi produk tak ada expirednya, dan belum banyak pemainnya, serta cocok untuk Anda yang ingin memasuki dunia baru yang belum banyak diseriusi pebisnis lain serta  “membeli masa depan sejak dari sekarang” (lihat poin sebelumnya)

Belum lagi tujuan mulia dari bisnis ini, memajukan dunia anak dan pendidikan di Indonesia. Kita menjual sesuatu yang akan membuat anak bangsa ini memiliki karakter pembelajar, karakternya orang sukses. Kita berbisnis, mendapatkan margin besar sekaligus berkontribusi untuk kemajuan bangsa. Dua hal mulia yang kita dapat bersamaan.

15. Kayanya Marginnya Kecil

Silahkan dikalkulasi. Modal awal 5,5juta+ongkir+ sedikit biaya-biaya lain (mungkin ATK untuk di rumah). Dapat 1000 poster. Katakanlah hanya dijual 12rb/ pcs. Sudah terbayang berapa marginnya… Jadi jual setengahnya saja sudah bisa BEP. Apalagi lebih. Jika giat bekerja, InsyaAllah profitnya bisa mengalahkan gaji kita sebulan (jika Anda pernah bekerja).

Wajib Buka Ini >> KLIK DI SINI !

16. Apakah Ini Bisa Dijadikan Bisnis Utama? Apakah Cukup?

InsyaAllah bisa. Ada beberapa distributor kami yang sebelumnya bisnis lain, kini fokus bisnis Poster Belajar (pertanda ini bisnis bagus, bayangkan mereka bisa meninggalkan bisnis lamanya demi fokus di sini). Bisnis ini sangat membantu mereka. Anda juga bisa. Jika ditekuni, bergerak cepat, hasilnya maksimal. Dan Anda tak harus bekerja dengan durasi kerja yang sama seperti waktu Anda jadi karyawan. Anda kini memiliki kebebasan waktu lebih.

17. Saya Pikir-pikir Dulu / Saya Mau Survey Pasar Dulu

Silahkan, tetapi hati-hati. Kota Anda bisa diambil kapan pun oleh orang lain. Sudah banyak kejadian mereka yang banyak pertimbangan, akhirnya keduluan oleh orang lain yang langsung eksekusi. Anda jangan sampai mengalaminya. Anda harus jadi pemenangnya. Bisnis memang butuh pertimbangan, tetapi hati-hati, terlalu banyak pertimbangan bisa membuat Anda kehilangan kesempatan.

18. Belum Ada Modal

Mengingat besarnya potensi bisnis ini di masa depan. Seharusnya modal tidak jadi penghalang. Anda bisa gunakan cadangan uang Anda atau aset cadangan Anda dan insyaAllah yakin dengan usaha keras, tidak sampai sebulan uangnya akan kembali (catatan : semua yang all out bisa BEP bahkan dalam sebulan). Bisa juga Anda mencari investor, ajak kerja sama bagi hasil. Pada level lain, Anda bisa ajukan pinjaman KUR ke Bank-bank terdekat (namun opsi terakhir harus penuh perhitungan, agak kurang direkomendasikan jika kita tak siap kerja keras).

Yang jelas, waktu kita terbatas, setiap hari, setiap jam bahkan menit, bisa saja ada seseorang yang langsung booking kota kita dan membuat kita kehilangan kesempatan. Jadi bersungguh-sungguhlah. Selalu ada jalan untuk mereka yang sungguh-sungguh.

  • Sudah yakin dan ingin langsung daftar? Silahkan >> KLIK DI SINI !
  • Mau pelajari sekali lagi sebelum daftar? Silahkan >> KLIK DI SINI!
  • Mau konsultasi sekali lagi sebelum memutuskan? Silahkan hubungi tim CS kami, WA : 0812-8033-0644

Jangan ragu lagi, putuskan segera! Sebab bisnis ini punya keterbatasan kuota. 1 kota hanya akan ada 1 distributor.

Lihat paket perdana distributor di sini :

Masih ragu?

Silahkan baca tulisan-tulisan ini :

 

 

 

Kisah Bu Selly : Buah dari Semangat Pantang Menyerah

“Hari ini perjuangan, hari esok tujuan..” ~ Selly Napitupulu

YAKIN – RAGU – YAKIN

Bu Selly namanya. Seorang ibu rumah tangga yang khawatir, karena suaminya hendak resign. Sebagai istri, ia ingin ikut membantu solusi masalah pendapatan keluarga ini.

Bu Selly pun cari info sana-sini, peluang-peluang bisnis yang ada. Dipelajari satu-satu. Sampai akhirnya sebuah iklan peluang bisnis di timeline Facebook menarik perhatiannya, Peluang Bisnis Poster Belajar!

Dengan segera ia hubungi tim customer service Poster Belajar…

Banyak hal yang ia tanyakan, mulai dari modal dasar, ongkir, berapa hari barang akan sampai ke tempat dia, hingga cara pemasaran dan hal teknis seperti harga jual Poster Belajar baik ke reseller atau konsumen akhir.

Sang suami sempat tidak setuju atas pilihan bu Selly. Namun bu Selly bersikeras dengan keputusannya. Dengan semangat 45 dan ingin memiliki bisnis sendiri, “diam-diam” dia melakukan transfer pembayaran, tanpa sepengetahuan sang suami.

Sayangnya, justru setelah transfer dia mulai merasa ragu, mungkin keraguannya sama dengan kebanyakan kita : ” ini beneran nggak?”, “Apakah bisnis ini penipuan?”. Sempat dia sampaikan keraguan itu kepada tim CS Poster Belajar. Tim CS Poster Belajar coba terus meyakinkan Bu Selly tentang pilihannya.

Maklum bu Selly tidak pernah kenal sama sekali dengan tim Poster Belajar, tidak pernah berkunjung ke kantor pusatnya, bahkan dia belum pernah memegang secara fisik Poster Belajar. “Jangan-jangan barangnya jelek, jangan-jangan sama saja dengan poster yang 2000-an di pasaran, jangan-jangan…

Namun alhamdulillah, setelah proses packing di kantor pusat 3-4 hari. 1000 poster yang dijanjikan sampai hanya dalam tempo 5 harian (dari prediksi 10 hari). Dan melihat produknya, bu Selly puas, karena memang eksklusif sekali.

MASALAH BARU

Sampainya barang ke Bu Selly ini ternyata belum menyelesaikan masalah bu Selly. Dia bingung bagaimana cara menjual Poster Belajar ini. Apalagi harga jualnya 12rb/pcs. Bersaing dengan poster-poster biasa yang “hanya” 2rb/pcs.

Hampir sebulan Bu Selly terus mencari solusi. Sepanjang sebulan dia “hanya” berhasil menjual ke teman-temannya saja. Itu pun tak signifikan jumlahnya.

BUAH PERJUANGAN DARI SEMANGAT PANTANG MENYERAH

Perjuangan Bu Selly mencari solusi tak sia-sia. Akhirnya ia beranikan diri datang ke sekolah-sekolah, menawarkan produk spesial Poster Belajar ini.

Dan… Luar biasa!

Hampir semua sekolah menyambutnya dengan baik. Bu Selly diberi izin melakukan bazaar kecil di sekolah-sekolah. Penjualannya naik pesat.

Bu Selly berjuang, bersaing dengan poster sejenis yang harganya hanya 2000-an per pcs. Dia tidak menyerah, konsumen diedukasi tentang added value Poster Belajar.

Dan Bu Selly berhasil!

Bazaar hanya dalam waktu 1 -1,5 jam bisa menghasilkan penjualan terbaik. Angka paling sial ada di 30 pcs dalam tempo 1 jam. Dan yang terbaik 86 pcs dalam tempo 1,5 jam. Dengannya Bu Selly bisa dapat omset hampir rata 500rb-an per sekali bazaar “singkat” itu. Dan hampir 1 juta pada prestasi terbaiknya.

Dengan usaha terbaik itulah, tak sampai 1,5 bulan, bisnis Poster Belajarnya sudah BEP.

Bu Selly sangat terbantu dengan desain Poster Belajar yang memang sangat berkualitas, jauh di atas poster sejenis. belum lagi kualitas bahan dan kualitas cetaknya yang jauh di atas rata-rata. Dan tidak hanya itu, Poster Belajar lebih variatif, ada 100 model, sehingga para konsumen suka.

Bu Selly pun sampai melakukan repeat order.

Bukan hanya repeat order. Bu Selly yang merupakan Distributor Poster Belajar untuk Kota Tebing Tinggi ini kini mengambil wilayah Medan juga. Ya Bu Selly akhirnya resmi jadi Distributor Poster Belajar untuk wilayah kota Medan juga (bisa lihat list distributor >> di sini).

Bu Selly dan suami terus merambah sekolah-sekolah di Kota Tebing Tinggi. Penjualan Bu Selly pun terus bertambah setiap harinya. Kini bahkan sang suami pun fokus di bisnis ini, menjadi full entepreuner, tidak lagi menjadi karyawan.

Saking banyaknya order untuk Kota Tebing Tinggi, sampai-sampai Bu Selly masih harus subsidi produk dari stok barang untuk Kota Medan. Bu Selly yakin, penjualan di kota Medan akan sama atau bahkan bisa lebih baik dari Tebing Tinggi.

Dengan bisnis Poster Belajar, apa yang dulu diragukannya,kini bisa terbuktikan. Bahwa selama kita tak menyerah, jalan itu selalu ada.

Jika Bu Selly saja yang hanya ibu rumah tangga + tidak ada background bisnis, bisa sukses dengan bisnis Distributor Poster Belajar, tentu Anda pun bisa.

Silahkan lihat peluang bisnis Distributor Poster Belajar >> KLIK DI SINI !